APACHE

Apache HTTP Server adalah software open sources untuk HTTP web server yang dijalankan di platform sistem Unix-like seperti BSD, Linux, dan Unix, Microsoft Windows dan lainnya. Apache dikembangkan dan dipelihara oleh komunitas terbuka yang bergabung dengan Apache Software Foundation. Mulanya, Apache sekedar open sources alternative untuk Netscape web server (kini dikenal sebagi Sun ONE). Kemudian berkembang dengan pesat dan melampaui semua jenis Unix based HTTP server lainnya dalam fungsionalitas dan kecepatan. Apache adalah HTTP server paling popular di Internet sejak April 1996 dan menguasai 57% pangsa pada bulan Mei 1999. Pada bulan Agustus 2004 tercatat peningkatan menjadi 67%. Apache piawai dengan fitur ‘highly configurable error messages, DBMS-based authentication databases, and content negotiation’. Apache mendukung fitur yang diimplementasikan sebagai modul terkompilasi mulai dari server-side programming language support sampai dengan authentication schemes. Sejumlah bahasa pemeograman yang lazim digunakan seperti Perl, Phyton, dan PHP didukung Apache sepenuhnya.

Untuk membangun apache server ini kita membutuhkan beberapa paket yang ada di Linux. Ada beberapa paket yang dibutuhkan diantaranya: APACHE, PHP5, MySQL. Paket-paket ini digunakan untuk membangun server agar dapat bekarja sesuai keinginan. Apache digunakan sebagai web server yang mengolah script php, php digunakan untuk melakukan proses-proses aritmatika, database dan lainnya, sedangkan MySQL digunakan untuk pembuatan database yang terhubung dengan halaman web yang dilakukan oleh script php. Web server Apache terdiri dari beberapa bagian, kode source apache asli dengan beberapa patch dan beberapa executable tambahan. Sebaiknya kita gunakan Web server Apache yang tegolong ‘stable version’ yang mungkin akan lebih mudah untuk dikompilasi dan akan menghasilkan daemon yang cukup stabil.

Beberapa direktori penting untuk Apache:

1. cgi-bin/ – direktori CGI scripts

2. conf/ – konfigurasi file httpd server

3. htdocs/ – main direktori untuk dokumen-dokumen

4. logs/ – direktori dengan log files

5. other stuff (bin/, icons/, include/, proxy/, man/, …..)

Menginstall server di Unix:

1. paket dapat diinstall langsung jika memiliki package pre built.

2. Jika tidak terdapat package tersebut, langkah-langkah yang dapat dilakukan sbb:

1) Download and unpack in siutable directory (ftp, uncompress, gunzip, tar,…)

2) Initial configuration

3) Compile the server

4) Install executable in system

5) Futher configuration files to reflect your environment

6) Run httpd

Konfigurasi dasar Apache:

  • Server type standalone
  • Port 80
  • User www-data
  • Group www-data
  • Server Admin your email address
  • ServerRoot /etc/apache
  • ErrorLog /var/log/apache/error.log
  • LogFile /var/run/apache.lock
  • PidFile /var/run/apache.pid
  • DocumentRoot /var/www
  • UserDir public_html
  • DirectoryIndex index.php index.html index.htm index.shtml index.cgi
  • ScriptAlias /cgi-bin/ /usr/lib/cgi-bin

Untuk membangun server ini kita membutuhkan beberapa paket yang ada di Linux. Ada beberapa paket yang diutuhkan diantaranya: Apache, PHP5, MySQL. Paket-paket ini digunakan untuk membangun server agar dapat bekarja sesuai keinginan.

Advertisement
Published in: on July 13, 2007 at 7:42 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: http://vanzoel.wordpress.com/2007/07/13/apache/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.